Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2025

bab 3

  “Ini lengkapkah sudah bumbunya? Bekapulagalah ? Bekembang lawang, gaganti, adas manis?” “Ibuk cuma bilang lengkap, Nek. Ndak bilang detailnya,” ucap Hana menyerahkan bungkusan pada Neneknya. “ Ay, kada nyaman amun kada utuh. Coba pang takuni Mamak ikam .” [7] Hana menyerahkan ponselnya setelah terdengar suara Ibuk dari seberang. Nenek duduk tenang di dalam rumah, menanyakan perihal bumbu soto Banjar, sementara Hana bersandar di bangku rotan panjang di teras rumah. Nenek memiliki tiga anak lelaki. Anak pertama tinggal di luar kota, anak kedua adalah ayah Hana, dan anak ketiga meninggal sewaktu kecil. Rumah nenek merupakan bangunan tua dengan sentuhan khas era Belanda. Sehari-hari, Nenek hanya sendiri di rumah itu. Nenek tidak mau diajak tinggal bersama Ibuk, atau anaknya yang lain. Rumah itu punya banyak kenangan, dan Nenek memilih hidup bersama kenangannya. Lingkungan tempat tinggal Nenek juga nyaman, dan bisa memberikan keamanan. Bagi Nenek, selama Ibuk masih sering ...